Soal Sikap Inklusif SBY

Soal Sikap Inklusif SBY


Sikap inklusif itu secara sederhana bisa dimaknai suatu cara berpikir dan sikap terbuka atas segala perbedaan yang ada. Inklusif itu merujuk pada kata "inclusive”, “termasuk di dalamnya”. Kenapa kita perlu bersikap inklusif? Karena Allah saja membiarkan perbedaan.

Allah, pemegang kekuasaan tinggi di jagat raya ini saja, pernah menolak salah satu doa dari tiga doa Baginda Nabi. Doa yang ditolak Allah itu ketika Nabi mengharap agar permusuhan umatnya tidak terjadi di antara sesama. Tapi permintaan atau doa Nabi ini tak dikabulkan.

Pada titik ini, bacaan saya, Allah saja membiarkan perbedaan, membiarkan cara berpikir yang berbeda di antara umat Nabi. Kira-kira apa, kok Allah membiarkan perbedaan pemikiran atau permusuhan? Itu sebagai batu ujian bagi kita.

Di tepi lain, itu juga jadi ibrah, bahwa kita harus bisa mengapresiasi perbedaan. Di sini letak sikap inklusif harus dikedepankan. Jangan bersikap eksklusif, merasa paling benar sendiri dan merasa kita satu-satunya pemegang kebenaran tunggal.



Di sini saya membaca imbauan Pak @SBYudhoyono. Pendukung Pak @prabowo itu beraneka ragam maka perlu ada bangunan sikap inklusif dalam diri kita. Konsep ini bertumpu pada platform kalimatun sawwa (titik temu), dengan bersandar pada al- hanifiyah al-samhah, sikap lapang.

Yang ingin disampaikan Pak @SBYudhoyono bahwa Pak @prabowo didukung banyak komponen, aneka ragam golongan dan agama. Jika mau ditelisik secara detil, memang sebagian besar pendukung PS itu beragama Islam. Tapi ingat ada pendukung dari agama lain juga.

Pesan sebelum kampanye dari Pak @SBYudhoyono itu bahw ideologi yang diusung PASLON 02 itu bersifat open ended. Tentu maksud open ended di sini merujuk bahwa Pancasila sebagai akar dari peradaban Indonesia. Akar dari kampanye 02. Saya lanjut ya soal sikap inklusif. Ada sikap Pak @Prabowo yang sangat eksklusif. Ketika Pak Prabowo menyatakan akan menjemput HRS pas hari pertama jadi presiden, jelas ini statemen sangat eksklusif. Ini bukan statemen seorang negarawan. 

Jangan marah ya saya twit seperti ini.

Nah sikap eksklusif 02 juga terjadi di GBK, kemarin. Siaran imbauan HRS itu bagian dari sikap eksklusif. Jangan beralasan, kan ada tokoh-tokoh agama yang bicara. Bukan di sini titik pijaknya. Eksklusivitas itu satu pemagaran terhadap yang liyan.


Dalam kampanye, baik pihak 02 atau 01, jangan ada klaim kebenaran (claim of truth) dan klaim keselamatan (claim of salvation)  bahwa dengan memilih paslon yang diusung sebagai proposal adanya (claim of truth) dan (claim of salvation). Dua klaim ini yang selalu dikibarkan 01.

- Kultwit Edy A Effendi
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …
Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…