Selamat Tinggal Jokowi, Selamat Datang Prabowo

Selamat Tinggal Jokowi, Selamat Datang Prabowo

KABARLAIN - Linda Christanty, cerpenis terkemuka Indonesia menulis di laman Facebooknya, Selamat Tinggal, Pak Jokowi Widodo, 30 Maret 2018. Tulisan Linda ini membuat geger jagat media sosial. Linda dikenal pendukung fanatik Jokowi pada Pilpres 2014.

"Pak Joko Widodo, selama lima tahun sampeyan gagal mewujudkan hal-hal terpenting dan krusial yang dibutuhkan rakyat Indonesia. Di masa pemerintahan sampeyan selama hampir lima tahun ini, penumbangan Hak-Hak Asasi Manusia, penyalahgunaan hukum dan wewenang, korupsi dan suap, pemiskinan dan perpecahan dalam masyarakat makin menguat."



Kutipan pada paragraf pertama tulisan Linda tersebut, memberi sinyal kuat kekecewaan cerpenis wanita terkemuka itu. Linda memaparkan kegagalan Jokowi selama lima tahun pada penegakan HAM. Jokowi oleh Linda selama periode lima tahun terakhir, melakukan penumbangan HAM, penyalahgunaan hukum dan wewenang, korupsi dan suap, pemiskinan dan perpecahan dalam masyarakat makin menguat.

"Di masa sampeyan pula hoax meraja lela. Menteri sampeyan sang pelanggar HAM itu mengancam pembuat hoax akan digolongkan sebagai teroris, tapi berdasarkan survei independen ternyata hoax terbanyak berasal dari kubu sampeyan sendiri," tulis Linda.

Sementara itu, Hersubeno Arief, wartawan senior menulis di blog pribadinya yang berafliasi ke kumparan, dengan tajuk "Debat Keempat: Salam Perpisahan Jokowi?", 31 Maret 2019. Melihat Debat Keempat, Hersubeno melihat ada sinyal perpisahan Jokowi dalam mengakhiri jabatan sebagao presiden. Hersubeno memulai tulisannya dengan kutipan dari pada clossing statement Jokowi:

"Pak Prabowo, saya itu senang naik sepeda. Dan sering ketika naik sepeda rantainya putus. Tapi percayalah kepada saya Pak Prabowo, bahwa rantai persahabatan kita tidak akan pernah putus!”

Bagi Hersubeno, pernyataan penutup (clossing statement) Jokowi pada debat keempat Sabtu malam (30/3) sungguh sangat mengejutkan. Tak terduga! Prabowo sempat terperangah, namun sejurus kemudian dia mengangkat tangan sambil mengepalkan tinjunya.

"Seorang pemimpin adalah penjual harapan. Melihat Jokowi seperti orang yang sudah kehilangan harapan, lantas apa lagi yang bisa dia “jual” kepada para pendukungnya.Apakah ini waktu yang tepat bagi kita untuk mengucapkan: Selamat tinggal Pak Jokowi. Selamat berpisah. So long. end," tulis Hersubeno mengakhiri evaluasi Debat Keempat.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Lima Tips Cari Jodoh

Lima Tips Cari Jodoh

Banyak sekali orang yang hidup mewah, pendidikan tinggi dan kebutuhan lebih dari cukup t…