Istana Dipayungi Awan Gelap

Istana Dipayungi Awan Gelap


1. Jokowi Putuskan Ibu Kota Dipindah ke Luar Jawa
https://nasional.kompas.com/read/2019/04/29/15384561/jokowi-putuskan-ibu-kota-dipindah-ke-luar-jawa

Sebaiknya Pak @jokowi jangan memutuskan perkara dalam situasi genting seperti ini. Jangan membuat isu baru ketika situasi negara dalam posisi mengambang.

2. Saat ini, Istana memang dipayungi awan gelap. Awan gelap inilah yang tak bisa diusir para supranatural kubu Pak @jokowi. Awan gelap ini sebagai penanda buruk bagi para penghuni Istana. Saya lebih percaya pandangan perempuan Kediri dan beberapa mursyid dan mursyidah soal ini.

3. Para sahabat mau percaya atau tidak, tak apa. Tapi saya lebih percaya pandangan-pandangan para pejalan malam terkait awan gelap, mendung yang memayungi Istana saat ini. 

Sebenarnya, ada kisah ketika Nabi pergi Syam bersama pamannya, Abu Thalib, selalu dipayungi awan.

4. Tapi awan yang memayungi Baginda Nabi itu, bukan awan gelap seperti yang terjadi di Istana saat ini. Islam telah mengajarkan banyak hal melalui Baginda Nabi. Jika ada awan gelap atau mendung, kita disuruh berdoa:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَ بِهِ

5. Awan gelap ini sebagai penanda lanjutan. Ketika 13 April Pak @jokowi kampanye di GBK, Senayan, Jakarta, terjadi beberapa kali petir menyambar di atas GBK. Tentu saja ini tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Para pejalan malam, insya Allah diberi kemampuan melihat.

6. Aura Pak @jokowi memang redup saat ini. Aura itu lahir karena laku lampah sehari-hari. Meski Pak Jokowi didukung beberapa ulama salih dan ratusan dukun, aura redup Pak Jokowi tak bisa dihempaskan. 

Salah satu jalan memang dengan bermain curang agar kekuasaan berlanjut.

7. Sebagai penulis esai sastra dan puisi, saya menikmati pandangan para pejalan malam ini. Ada koherensi antara antara dunia kata dan pandangan para pejalan malam itu. Koherensi itu terletak dari hubungan antara makna kata secara verbal dan makna kata secara tersirat.

8. Jadi makna di balik awan gelap, awan mendung, yang memayungi Istana saat ini, memang penanda buruk. Ini jelas berbeda sekali ketika awan memayungi Baginda Nabi. Awan putih berarak yang memayungi kafilah yang dipimpin Abu Thalib ini dillihat pendeta Bahira.



9.  Pendeta Bahira ini adalah mantan penganut Yahudi yang kemudian jadi rahib Kristen Nestorian. Dialah yang melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhamad ketika ikut berdagang ke negeri Syam (Suriah saat ini). Usia Nabi waktu itu kisaran 12 tahun.

10. Rapat terbatas pemindahan ibu kota yang diputuskan Pak @jokowi, (29/4/2019), ke luar Pulau Jawa, saya pikir keputusan yang tak tepat. Yang lebih tepat, Pak @jokowi mempersiapkan diri pindah ke Solo, pulang kampung usai keputusan KPU, 22 Mei 2019. Jika KPU fair, JKW kalah.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Lima Tips Cari Jodoh

Lima Tips Cari Jodoh

Banyak sekali orang yang hidup mewah, pendidikan tinggi dan kebutuhan lebih dari cukup t…