Hikmah Wirid Berjumlah 333

Hikmah Wirid Berjumlah 333


1. Di twitter, saya ini termasuk akun receh. Tapi kalau saya beri fatwa percaya deh. Orang recehan seperti saya ini, ditempa oleh perjalanan panjang. Kode perjalanan saya, secara tak sengaja ada pada jumlah yang saya follow: 333.

2. Ada wirid yang dibaca jumlahnya 333. Jangan tanya kok 333? Apakah diajarkan Nabi? Susah jawabnya kalau tanya seperti itu. Toh Baginda Nabi membiarkan Abdurrahman bin Auf membaca ayat kursi sebanyak empat kali sebelum masuk rumah, di empat sudut rumahnya.

3. Ada juga hikmah membaca ayat kursi 18 kali setiap hari, ini akan dibukakan dadanya pintu hikmah dan berbagai hikmah lainnya. Jangan dikaitkan kenapa istri saya sampai 18 ya. 

Prinsip dasar jangan protes soal jumlah wirid.



4. Orang yang suka jalan itu, akan diberi pelajaran, diberi hikmah karena perjalanannnya, karena isra-nya. Pintu hikmah itu bisa terasa jika kita istiqomah menjalankan laku yang kita jalani setiap hari. Misalnya kita konsisten baca selawat sebanyak 1000 kali per hari. Jangan putus.

5. Jadi begini. Meski hari ini kita tidur hanya satu jam dalam sehari, misalnya tidur jam 3 bangun jam 4 dini hari, terus Subuh, gak terasa ngantuk dan tetap segar, itu karena kita sudah terbiasa berhubungan dengan semesta. Kalau ikuti saran dokter, ya jelas pola tidur ini salah.

6. Nonton bola Real Madrid vs Barcelona, di mana Barca dibantai El Real, baru kelar kan jam 3-an. Terus tidur, tiba-tiba jam 4 bisa bangun. Siapa yang membangunkan? Ini masuk kesadaran tidur atau svapna dalam ajaran yang dipetik dari  teks di Upanishad. Baru tahap kedua ya.

7. Kalau tidur tahap sushupti atau dreamless state, ini tidurnya sangat terjaga. Ada kesadaran dalam tidur. Para pesilat sejati, biasanya sudah masuk tahap ini. Tidur dan bangun itu secara tak langsung dikontrol dalam gerak jiwa. Itulah kenapa tidur jam 3 bisa bangun jam 4.

8. Kalau orang sudah masuk pada kesadaran turiya atau kesadaran transendental, ini sudah nyetel banget dengan semesta. Ini tahapan kesadaran dan pengetahuan yang tertinggi. Kalau dalam laku tarekat, ini sudah sampai pada tahap akhir, laku lampah. Setelah melalui berbagai tahapan.

9. Baginda Nabi itu kalau duduk bersila, kaki kanan di atas kaki kiri. Nan ini ditiru Syeikh Abdul Qadir Jaelani, kemudian ditiru Sunan Kalijaga. Ada tambahan pada Sunan Kalijaga, jempol dan jari disatukan di atas dengkul. 

Di sini pertapaan dimulai.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …
Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…