Dugaan Jual Beli Jabatan, Sejarah Kemenag Paling Buruk Era Lukman

Dugaan Jual Beli Jabatan, Sejarah Kemenag Paling Buruk Era Lukman


KABARLAIN - Tragedi terburuk sepanjang  sejarah Kemenag terkait dugaan jual beli jabatan masih belum jelas siapa dalangnya. Dalang jual beli jabatan di Kemenag harus diungkap ke akar-akarnya karena kasus dugaan jual beli jabatan, sangat memalukan dan memilukan bagi institusi Kemenag.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mangkir dari pemeriksaan KPK pada Rabu (24/4). KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Lukman sebagai saksi dalam kasus jual-beli jabatan eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy atau Rommy.



Namun, Lukman berhalangan hadir karena ada kegiatan lain di Bandung, Jawa Barat. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan salah seorang dari staf Menteri Agama datang ke KPK untuk menyampaikan surat izin kepada penyidik.


KPK akan menjadwal ulang pemanggilan bagi Lukman. Dengan absennya Lukman ini, KPK akan menjadwalkan ulang rencana pemeriksaan terhadap politisi PPP ini. "KPK akan menjadwalkan ulang rencana pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi untuk tersangka RMY," tukas Febri.

Lukman harusnya koopreatif dalam kasus ini karena ini terkait sepak terjang dia sebagai Menag. Inilah akhir kisah Lukman yang amat buruk dalam mengakhiri jabatannya sebagai Menag. 

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…
Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …