HAM Papua, Warinussy Sebut Deputi V Kemenkopolhukam Pembohong

HAM Papua, Warinussy Sebut Deputi V Kemenkopolhukam Pembohong


KABARLAIN, Manokwari - Pernyataan Jaleswari Pramodhawardani.  Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan Keamanan, dan HAM terkait penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu di Tanah Papua tidak dihentikan, dinilai Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Batuan Hukum (LP3BH) hanya pembohongan.


"Pernyataan ibu Dani sekali lagi menunjukkan ketidakpahamannya jajaran di pemerintahan Jokowi mengenai mekanisme dan prosedur penyelesaian hukum terhadap kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM Berat seperti Wasior dan Wamena," ujar Yan Christian Warinussy saat di konfirmasi Rabu (13/3).




"Pertanyaan saya, kapan tim itu dibentuk dan siapa dari Papua maupun  Papua Barat yang dia katakan terlibat dalam tim tersebut? Lebih naif lagi, karena pernyataan Ibu Dani tersebut sangat bersifat melawan hukum dan menunjukkan ketidakpahaman Ibu Dani pada proses hukum yang telah diatur dalam UU RI No.39 Tahun 1999 tentang HAM maupun UU RI No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM," tegas Warinussy.

Ia juga menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Jaleswari Pramodhawardhani sebagai perwakilan Istana Keperseidenan yang berkunjung ke Manokwari kemarin merupakan hal usang sebab tim yang ia sebutkan bersifat melawan Hukum juga sudah tidak jelas keberadaannya. 

"Saya katakan melawan hukum, karena yang punya kewenangan sesuai amanat UU RI.No.39 Tahun 1999 Tentang HAM dan UU RI No.26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM ialah Komnas HAM. Jadi bukan tim yang dimaksud Anak buah Presiden Jokowi itu," paparnya. 

Pernyataan keras Wannussy terkait kunjungan Jaleswari Pramodhawardani ke Manokwari, kemarin, yang mengatakan penyelesaian HAM di Tanah Papua tidak akan terhenti. 

"Masih dalam proses, artinya persoalan Wamena, Wasior itu tetap dibicarakan. Bahkan dibentuk Tim yang juga melibatkan kawan-kawan di Papua dan Papua Barat," ungkap Jaleswari Pramodhawardhani. 

Menurut Dani, sapaan akrabnya, meski demikian penanganan masalah HAM Berat di Papua, dilakukan dengan upaya kehati hatian sebab kejadian sudah sangat lama dan bukti lain pun perlu hati-hati juga. 


"Komnas HAM, Kejaksaan Agung dengan Polisi sedang berproses juga untuk ini, ucap Dani.(Adlu Raharusun)

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …
Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…