Sipil dan Militer

Sipil dan Militer


Untuk menjaga kekuasaannya, pemimpin sipil yang lemah cenderung akan memperkuat dirinya dengan meminjam tangan tentara dan polisi. Dengan kata lain, ia akan membuat dirinya dikelilingi elite militer dan kepolisian.

Sementara, untuk membuang stigma lama atas figur tentara, demi menjaga kekuasaannya pemimpin dari kalangan militer yang terdidik justru cenderung akan menuntut dirinya lebih terbuka dan demokratis. Ia akan memilih orang-orang sipil sebagai penasihat utamanya.
Inilah sebagian pelajaran yang kita dapat sesudah reformasi. Dua periode pemerintahan SBY, dan dua periode pemerintahan Partai Naga Merah bisa dijadikan sampel yang sepadan. 


Jadi, jika ingin membicarakan lagi dwifungsi, baik militer maupun polisi, jangan pernah mengabaikan persona dan latar belakang panglima tertinggi, alias Presiden. Apakah ia sipil, punya konsep atau tidak; atau apakah ia militer, tergolong sebagai old-school ataukah new-school, merupakan variabel-variabelnya. Mengabaikannya hanya akan membuat analisismu jadi bego, atau setidaknya berlagak pilon.

- Tarli Nugroho
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …
Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…