Sikap Santun Sandi, Pukulan Tanpa Bayangan

Sikap Santun Sandi, Pukulan Tanpa Bayangan

KABARLAIN - Pelajaran berharga dari Cawapres Sandiaga Uno dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019), adalah sikap menghormati orang tua. Meski Maruf Amin sebagai lawan dalam pertarungan Pilpres 2019, Sandi menunjukan sikap hormat yang tinggi terhadap Maruf.  Sikap santun Sandi jadi senjata pamungkas. Sikap Santun Sandi pukulan tanpa bayangan. 

Sikap santun Sandi sejatinya satu jurus telak tuk memukul jatuh Maruf yang tampil dengan raut wajah yang kerap sinis. Sikap sinis Maruf terlihat beberapa kali terciuk kamera ketika Sandi sedang memaparkan berbgai pernyataan.




Inilah pelajaran berharga dari sebuah pertarungan. Pertarungan tak selamanya harus memperlihatkan permusuhan. Sikap Sandi oleh banyak kalangan, memperlihatkan kedewasaan dan kematangan seorang petarung. Seorang petarung tuk menjatuhkan lawannya, tak harus menghuhunuskan pedang ke dada lawan tapi cukup dengan membungkukan punggung dan mencium tangan sang lawan. 

Sikap santun Sandi, secara tidak langsung menjadi senjata ampuh tuk menarik simpati ke pemililh. Sikap santunnya tak hanya jadi pemintal orang menaruh rasa hormat dan respek ke Sandi tapi juga meyakinkan ke publik bahwa Sandi adalah contoh anak muda yang sukses tapi tak meninggalkan adab dalam berdialogn dengan yang lebih tua. 

Sayangnya, Maruf Amin sebagai sosok yang lebih tua, tak memperlihatkan sikap bijak. Berkali-kali kamera menyorot mimik Maruf ketika Sandi bicara, terlihat bibir diangkat sebagai lambang sinisme terhadap pernyataan Sandi. 
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler