Pujian Itu Bisa Merusak Hati

Pujian Itu Bisa Merusak Hati

- Ada hal-hal yang merusak hati. Salah satu hal yang merusak hati itu, pujian. Pujian di temlen itu bisa merusak hati kita jika kita larut dan hanyut atas pujian yang bertaburan itu. Arseto dipuji netizen atas unggahannya, kemudian dia unggah video yang lain.

- Pujian ke Arseto membuat dia tak kontrol diri. Unggahan kedua Arseto, dipuji berkali-kali oleh netizen.Dia lupa ada koridor. Ada bingkai yang tak harus diterobos ketika menguar ujaran. SIkap berani menguar fakta itu penting tapi tetap harus kontrol diri. Jangan terlena.

- Para sahabat jangan memprovokasi. Salah satu bentuk provokasi itu ya pujian yang berlebihan. Banyak orang lupa diri ketika dipuji. Ini merusak hati. Lantas ketika Arseto ditahan, di mana letak pujian itu? Apa kita bisa bertindak menolong dia? Tidak kan?



- Hati itu kedudukannya seperti raja. Tubuh yang lain itu hanya "abdi dalem". Hati juga seperti operator, yang menggerakan seluruh organ tubuh untuk bertindak. Tapi hati juga bisa menghalangi kita untuk dekat dengan Allah, untuk melihat Allah. Hati di sini menghijab laku kita.

- Para jomblo, yang sering gelisah, gundah gundala, juga akibat hatinya terhijab. Terhijab oleh banyak prasangka terhadap diri sendiri. Di sini, hati para jomblo gelap. Gelap karena tak mampu memosisikan hati sebagai cahaya hidup.

- Jadi hati itu bisa menjadi kita gelap laku hidupnya. Juga bisa memberi cahaya dalam jalan hidup kita. Gelap dan cahaya itu bisa bersumbu dari hati kita. Kalau dalam hati kita ada kegelapan, gelap juga laku kita. Dan kalau hati kita bercahaya, cahaya itu akan tampak dalam laku.

- Pujian yang berlebihan ke Arseto, telah menutup hatinya untuk bertindak agar lebih hati-hati. Saya ikut prihatin atas penahanan Arseto. Punya potensi keberanian tapi efek dari potensi itu membawa dia ke hotel prodeo. Kata Imam Al Ghazali, banyak orang yang tak mengenal hatinya.

- Banyak orang yang tak mengenal hatinya. Jika kita tak mengenal hati kita, tak mengenal diri, akibat atau efek lain, kita tak akan mengenal hal-hal lain di luar diri. Kenapa? Kata Imam Al Ghazali karena sebagian dari kita, terhalang untuk mengenal dirinya sendiri.

- Meski Tuhan lebih dekat dari urat leher kita tapi kita sering tak sadar Tuhan hadir dalam diri ini. Sikap tak sadar ini akibat kita terhijab hatinya untuk melihat kehadiran Tuhan. Maka sikap berani itu jangan sampai menghijab hati kita untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam diri.

- Saya dan sebagian orang yang kontra dengan kebijakan Pak @jokowi, jangan sampai menutup hati kita untuk melakukan kontrol hati kita dalam menguar ujaran. Boleh keras, boleh tegas tapi tetap berada dalam ujaran yang terkendali. Jangan kalap.

- Ada penggalan puisi "Padamu Jua" karya Amir Hamzah untuk kita renungkan:

Di mana engkau
Rupa tiada
Sayup sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

- Cek larik "Hanya kata merangkai hati".

- Zidane adalah sosok manusia yang mampu mengendalikan hati. Zidane sadar bahwa menyerang itu dengan menyempurnakan teknik. Hasil maksimal dengan usaha minimal. (Kultwit @eae18)
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…
Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …