Patung Buddha Tidur, Wisata Sejarah

Patung Buddha Tidur, Wisata Sejarah



Patung Buddha Tidur magnet wisata baru yang berdiri di tempat dimana banyak situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit berada. Termasuk kategori bangunan baru bukan situs peninggalan Kerajaan Majapahit akan tetapi menjadikan tempat wisata baru di Jawa Timur khususnya Kabupaten Mojokerto.

Berdiri di Dusun Kedungwulan Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, keberadaan Patung Budha Tidur ini berada dilingkup bangunan Vihara. Memiliki akses yang mudah, 100 meter dari jalan Nasional Surabaya-Solo tetapi tetap memberikan kenyamanan dengan tatanan lokasi yang apik. Patung dikelilingi kolam berisikan ikan aneka warna berukuran besar dan tepi kolam tumbuh pepohonan rindang dan taman luas sekitarnya.



Melintang ke arah TImur Barat dengan posisi Budha tidur miring kekanan dengan beralas tangan kanannya mengarah ke selatan yang merupakan Patung Budha terbesar ke-3 di Indonesia. Menurut informasi yang diperoleh dari pengelola, dulu ketika awal pembangunannya tahun 1990, Patung ini termasuk terbesar se-Asia Tenggara kala itu.

Pengunjung paling banyak ketika weekend atau hari libur nasional, dengan fasilitas yang lengkap termasuk lahan parkir yang luas untuk bus besar dan terdapat kios-kios souvenir serta kantin, dan tentunya harga tiket masuk yang murah untuk wisata lokal.

Tempat wisata ini seringkali dihubungkan dengan keberadaan Kerajan besar di jawa abad XIII-XV Majapahit, karena banyak situs sejarah purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit yang ditemukan di Kecamatan Trowulan. 

Terdapat Siti Inggil yaitu petilasan Raden Wijaya sang pendiri Majapahit dan keluarganya, Candi Brahu dibangun dengan batu bata merah menghadap ke arah barat berukuran panjang sekitar 22,5 m, lebar 18 m, tinggi 20 meter yang dipecaya sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Majapahit, Candi Wringin Lawang sebuah gapura masuk kotaraja Majapahit, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Gentong, Kolam Segaran termasuk juga Museum Trowulan yaitu Musem Arkeologi yang memiliki koleksi relik berasal dari masa Majapahit terlengkap di Indonesia, dan masih banyak candi-candi atau situs lain yang masih berupa pondasi.

Juga termasuk tempat Wisata Religi yaitu makam Syech Jumadil Qubro dari Samarkand beliau penyebar Islam hidup di zaman Majapahit akhir, mempunyai dua anak yaitu Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq, Setelah itu mereka berpisah Maulana Malik Ibrahim ke Champa yang kemudian mengislamkan Kerajaan Campa, sementara Maulana Ishaq pergi ke Aceh dan mengislamkan Samudra Pasai.  Sosok wali yang terbilang deretan nama yang termaktub sebagai Walisongo seperti Sunan Ampel atau yang dikenal dengan nama Raden Rahmat, Sunan Giri atau Raden Paku, adalah cucunya. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah buyutnya. Sunan Kudus adalah cicitnya (keturunan keempat).

Dari beberapa tempat wisata tersebut jarak tempuh tidak jauh karena hanya beda desa tetap di Kecamatan Trowulan Mojokerto dan bisa dinikmati dalam waktu sehari. (Ahmad Munir, penikmat wisata)

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Wirid Harian

Wirid Harian

Wiridan. Wirid merujuk pada warada (tunggal), artinya hadir. Di berbagai ayat arti wirid …
Janji Allah itu Pasti

Janji Allah itu Pasti

Janji Allah, tepatnya ketentuan Allah, termaktub di surat Al-Maidah:54. Jika pada satu kaum ada yan…