Inilah Penyakit Hati dan Jasmani

Inilah Penyakit Hati dan Jasmani

- Maghrib kemarin, mampir ke Masjid Az Zahra, Pondok Aren, Tangsel. Pas rakaat kedua, Sang Imam membaca surat Al Isra ayat 82 dan seterusnya:

- Meski saya tak jago Bahasa Arab tapi insya Allah saya paham arti bacaan ayat Sang Imam. Kurang lebih artinya begini: Dan Kami turunkan dari Al Quran, yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim, hanya akan menambah kerugian.

- Itu ayat tentang Alquran sebagai obat, penawar, syifa. Obat atau penawar apa? Obat atau penawar penyakit hati dan jasmani. Dalam diri kita, sering kali terjangkiti penyakit hati dan tentu sering terkena penyakit jasmani. Jasmani itu bermuara pada jas dan mani.

- Meski kita sudah belajar agama sejak kecil, lama di pesantren, hafal kitab kuning, sekolah ke luar negeri ambil studi Islam, tetap saja, penyakit hati sering menjangkiti diri kita. Penyakit sombong, iri hati, merasa benar sendiri dan segala pernik tentang urusan hati.



- Jasmani, jas dan mani. Jas itu representasi baju. Tampakan luar. Mani itu awal sumber kehidupan manusia. Dia harus masuk di dalam, ke dalam rahim. Mani ini bersumbu pada persoalan di ruang dalam. Jadi jas dan mani, itu perkawinan antara ruang luar dan ruang dalam.

- Kita melihat acara #ILCMCA diperlihatkan persoalan jasmani. Persoalan orang-orang yang belum selesai terkait jas dan mani. Persoalan di luar dan di dalam. Tapi mani meski sudah berada di dalam rahim, ia tak otomatis jadi sumber kehidupan. Ada Allah yang berkehendak.

- Kematangan seseorang itu tak serta merta terkait perjalanan kuliah di luar negeri atau hafal kitab kuning. Sikap matang itu terkait bagaimana kita mampu melakukan kontrol terhadap laku lampah diri ini. Kontrol antara ujaran dan laku lampah.

- Salah satu kontrol untuk mematangkan sikap kita itu, ada amalan, wirid, yang setiap hari dibaca sekian kali. Bisa ratusan. Amalan atau bacaan wirid ini, gak jauh-jauh dari amalan bacaan asma al husna. Setiap hari berbeda-beda. Ini tahapan awal untuk melakukan kontrol diri.

- Secara pribadi, saya berterima kasih ke Bang Karni (sebenarnya Bang Karni ini satu guru dengan saya, guru ngaji. Sudjiwo Tejo juga) secara tak langsung telah memperlihatkan tentang pribadi-pribadi para narsum, yang diundang di @ILC_tvOnenews. Diperlihatkan secara terang benderang.

- Cara Allah membuka siapa diri kita itu, banyak pintu. Salah satu pintu itu di acara @ILC_tvOnenews. Bisa juga dengan cara kita diberi rasa sakit, penyakit. Penyakit hati dan penyakit jasmani (kembali ke twit awal, Surat Al Isra ayat 82). Ini pelajaran buat kita semua.

- Prinsip dasar, jangan terlalu kagum dengan tampilan lahir. Tampilan lahir itu berkelindan dengan soal jasad, soal jasmani. Ia tak serta merta berurusan dengan soal laku lampah sehari-hari. Antara ucapan bisa jauh dari laku kehidupan. (@eae18)


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Lima Tips Cari Jodoh

Lima Tips Cari Jodoh

Banyak sekali orang yang hidup mewah, pendidikan tinggi dan kebutuhan lebih dari cukup t…