Di Jombang, Pemasangan Baliho Capres 02 Menuai Pro-Kontra

Di Jombang, Pemasangan Baliho Capres 02 Menuai Pro-Kontra



KABARLAIN, Jombang - Pemasangan spanduk dan baliho pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden di berbagai tempat sebagai bagian upaya sosialisasi dari tim pemenangan dan calon legislatif (caleg), menimbulkan keresahan dari ormas Banser NU.

Salah satu titik pemasangan baliho di Kabupaten Jombang menjadikan pro-kontra di kalangan anggota ormas Banser dan Ansor karena menyertakan gambar foto salah satu anggotanya menyematkan tanda kehormatan ke capres 02  Prabowo Subianto.

Di baliho terdapat foto ukuran besar Abdul Muchid Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser NU sedang menyematkan seragam Banser kepada Prabowo Subianto dengan tulisan Anggota Kehormatan Banser Tahun 2014 dan Anggota Jamiyah NU, juga beberapa ukuran kecil foto kyai-kyai yang mendukung capres 02 dan dibagian paling bawah terdapat nama caleg partai Gerindra Soepriyatno.

Dari penelusuran data calon anggota DPR melalui web resmi KPU bahwa nama calon legislatif (caleg) tersebut asal kota Depok yang maju di dapil Jawa Timur VIII (Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun).
Dalam hal ini, Abdul Muchid membenarkan ihwal foto yang bersama capres 02 pada baliho tersebut memang dirinya.

"Foto itu ketika saya aktif sebagai Kepala Satkornas Banser NU periode 2010-2015 secara simbolis menyematkan seragam Banser sebagai anggota kehormatan Banser NU kepada bapak H. Prabowo Subianto. Peristiwa tersebut pada tahun 2014 dalam acara Apel siaga Banser untuk Indonesia bangkit di lapangan Kec. Puri Kab. Mojokerto." ujarnya.

Muchid menyayangkan pemasangan baliho yang ada gambar dirinya, karena belum ada komunikasi dari tim atau caleg yang memasang baliho tersebut untuk izin baik lisan maupun tertulis. Abdul Muchid caleg DPR-RI partai PPP Dapil Jawa Timur VIII. (Ahmad Munir) 

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Lima Tips Cari Jodoh

Lima Tips Cari Jodoh

Banyak sekali orang yang hidup mewah, pendidikan tinggi dan kebutuhan lebih dari cukup t…