Busyro Muqoddas Usul, Presiden Berhentikan Menag

Busyro Muqoddas Usul, Presiden Berhentikan Menag

KABARLAIN - Suara pemberhentian Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terlontar dari mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas. Busyro angkat bicara mengenai kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Saran Busyro, Presiden Jokowi memberhentikan Menag Lukman Hakim Saifuddin dari jabatannya.

Dalam pandangan Busyro, temuan uang di dalam ruang kerja Menag hingga berujung pada penyegelan ruang kerja oleh KPK telah meruntuhkan wibawa Lukman. Sehingga sudah sewajarnya jika Lukman diberhentikan dan diganti oleh orang lain.

"Wibawa Menag sebagai pejabat tinggi di Kementerian itu kan sudah rontok dengan ruangnya disegel itu. Sudah, itu faktor kepemimpinan cacat. Kalau cacat ya jangan dipertahankan," ujar Busyro
di Fakultas Hukum UII, Rabu (20/3).




Pakar hukum UII ini menuturkan, jika memberhentikan Lukman, Jokowi jangan menunjuk langsung sosok Menag berikutnya. Jokowi disarankan agar membentuk tim independen atau panitia seleksi untuk mengisi jabatan Menag.

"Langkah kongkritnya yang bisa diambil oleh yang paling bertanggungjawab yaitu Presiden, berhentikan segera Pak Lukman Hakim, pilih Plt tapi jangan ditunjuk oleh Presiden. Lalu caranya bagaimana? Presiden membentuk tim independen. Tim assessment independen yang profesional, yang independen, yang imparsial, tidak primordial parpol maupun ormas. Nah, pansel ini kemudian hasilnya disampaikan kepada Presiden," ungkap Busyro.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler