Alat Berat Rusak, Berimbas pada Mata Rantai Logistik

Alat Berat Rusak, Berimbas pada Mata Rantai Logistik


KABARLAIN -  Pagi hari, Jumat, 21 Maret 2019, masih seperti pagi-pagi sebelumya, selayaknya pagi kemarin selalu diisi dengan rutinitas sebelum berangkat kerja. Dan tiba-tiba terdengar suara pemberitauan dari WhatsAps Grup kantor, memberi kabar ada salah satu alat berat dilapangan tidak dapat dipindahkan.

Tempat saya bekerja kebetulan sebuah perusahaan nasional yang bergerak di bidang Jasa Bongkar Muat kapal laut di Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebagai perusahaan jasa, tentu saja mengalami banyak kendala seperti pagi hari ini ketika jarum jam menunjuk angka 6.48 Wib.

Tanpa disengaja ketika saya tiba di lobby kantor bertemu dengan Manager Operational, Rudi Efendi. Tanpa buang waktu, saya bertanya mengenai permasalahan salah satu alat berat kami RTG 09 di Dermaga D yang tidak dapat bergerak.


Ternyata kendala di lapangan saat operasional berlangsung bermacam-macam, kendala itu bisa di alat,  posisi kapal, maupun kendala di lapangan itu sendiri, yang artinya kegiatan di terminal ada kegiatan lain, seperti export, proses delivery, container import dan lainnya.

Permasalahan akan timbul jika ada alat yang rusak yang mengakibatkan terganggunya kegiatan operasional. Kebetulan di perusahaan kami karena faktor usia alat dan mekanik yang tidak memenuhi standar, berimbas ke perawatan alat. Harusnya memang ada standar usia layak pakai untuk alat-alat berat. Contoh kasus di Pelabuhan Internasional Singapura salah satu terminal modern, ada beberapa alat yang tidak dipakai di Singapura tetapi masih dipakai di Indonesia.

Selain alat-alatnya yang masih bagus, Singapura juga memiliki mekanik yang memenuhi standar dan di Singapura untuk kendala pada alat mempunyai prosentase yang amat kecil.

Mengenai perbaikan seperti kejadian kemarin,  biasanya dilihat dari kerusakannya apa, apabila masih bisa hidup dan bergerak langsung kami ganti dengan alat yang lain. Dan untuk sementara dialihkan di parkiran ke dermaga lain, agar tidak mengganggu proses bongkar muat yang lainnya. Atau bisa juga dengan sistem buka tutup agar tidak mengganggu pelayanan operasional kapal yang ujung-ujungnya pasti konsumen tidak puas.

Ternyata, rusaknya sebuah alat berat punya efek domino, tidak saja pada konsumen perusahaan tetapi juga ke konsumen dari konsumen perusahaan. Karena konsumen yang mengambil Container Import, barang itu mau dipakai entah sebagai barang campuran, bahan baku, bahan jadi yang sangat diperlukan. Inilah mata rantai logistiknya.

Dan memang tidak sesederahana seperti masuknya sebuah pesan pemberitahuan di WAG kantor. Imbas yang amat terasa adalah produk turun, konsumen komplain, pemakaian solar dan waktu. (Devi Novita)
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler

Lima Tips Cari Jodoh

Lima Tips Cari Jodoh

Banyak sekali orang yang hidup mewah, pendidikan tinggi dan kebutuhan lebih dari cukup t…