Aktivis Kebencian

Aktivis Kebencian



Rezim ini katanya didukung oleh para aktivis. Anehnya, sepanjang berkuasa, banyak aktivis malah jadi pesakitan. Banyak gagasan yang dulu ingin diperangi, kini malah tumbuh subur kembali. Ada paradoks di sini.

Tapi, jika ingatan kita panjang, hal ini sebenarnya tidaklah mengherankan. Jika terkait rezim, sesudah Reformasi, di periode pertama kekuasaan mereka dulu, para mahasiswa dan aktivis juga banyak dijadikan pesakitan. Dan repetisi yang konsisten semacam ini pastilah menunjukkan watak.
Apa yang (berma)salah dengan semua itu?


Ingat-ingatlah hal ini, kawan. Ternyata kebencian kita terhadap sesuatu memang tidaklah otomatis menempatkan kita pada posisi atau nilai yang berbeda dengan apa yang kita benci. Kebencianmu pada otoritarianisme, misalnya, tidak otomatis menempatkanmu menjadi seorang demokrat!

Kebencianmu pada intoleransi, tidak otomatis akan mengantarkanmu menjadi seorang toleran!
Sekali lagi, ingat-ingatlah pelajaran penting ini. Peradaban politik kita tak akan menjadi lebih baik jika hanya bertumpu pada kebencian. Meskipun, yang kita benci itu adalah hal-hal buruk.ugor

- Tarli Nugroho
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Terpopuler